BEST SELLER

1. BEST SELLER BOOK:
Buku Hafal Al Quran Dalam SebulanBUKU HAFAL AL QURAN DALAM SEBULAN, Rp. 26.000

Panduan Mudah untuk Anda yang ingin Menghafal Al Quran dalam waktu yang cepat.

Perlu diketahui:
- Buku ini adalah buku terjemahan dari orang Arab, diterjemahkan ke bahasa indonesia.
- Di buku ini disertakan kisah nyata ibu rumah tangga (di arab) yang bisa hafal al quran dalam sebulan dengan metode yang ada di buku ini.
- Orang indonesia belum ada yang bisa hafal Al Quran dalam sebulan. Rata-rata 12 bulan, 10 bulan, 6 bulan, 4 bulan, bahkan ada yang 3 bulan.
- Tujuan utama Menghafal Al Quran adalah untuk mendapatkan Ridho Alloh.
- Kemampuan menghafal seseorang beda-beda dan sesuai dengan kondisi yang mendukung. seperti: lingkungan yang baik - misal belajar menghafal di lingkungan pondok tahfidz, usia - semakin muda semakin bagus.
- Semoga Alloh memudahkan kita untuk menghafal Al Quran. amin.

2. TONGKAT AJIMAT MADURA (Alat kesehatan wanita bikin suami semakin lengket)

Tongkat AjimatBest Seller! Tongkat Ajimat Madura, Obat Khusus untuk Kebahagiaan Wanita (tentunya suami juga). Produk ini dibuat dari bahan alami oleh Ibu Maemunah (Madura). Sehinga dijamin aman. Tongkat Ajimat dulu namanya Terapi Gurah Vagina (TGV)

Fungsi :
1. Mengeluarkan lendir - lendir kotor dan berlebihan yang merugikan vagina, sehingga vagina menjadi bersih, bebas dari jamur yang mengakibatkan keputihan ,
2.Menghilangkan rasa gatal -gatal didalam vagina serta menjadi peret alias otot - otot vagina menjadi lebih kencang
--TAM sangat penting bagi para ibu terutama ibu-ibu yang telah melahirkan demi untuk melestarikan hubungan suami istri serta menambah gairah suami kembali.

BACA LEBIH LENGKAP DI SINI

Harga Rp. 70.000 (sudah termasuk ongkos kirim) HUB: 0857 28 0000 74

3. VCD Keajaiban Shalat untuk Kesembuhan (The Miracle of Shalat for Health)

Keajaiban Shalat untuk Kesembuhan Ada 2 seri:

1. CD untuk Komputer
2. VCD untuk VCD Player

Di dalam CD ini memuat:

1. Testimoni peserta Training Shalat bikin sehat
2. Video Rekaman Training shalat bikin sehat
3. Penelitian manfaat Shalat untuk Kesehatan.

 

Harga Rp. 45.000

Hubungi: 0857 28 0000 74

 

 

 

4. Cover Motor - Jas Hujan Motor

cover motor - jas hujan motorcover motor - jas hujan motor

KEGUNAAN :
- melindungi motor dari debu dan kotor
- melindungi motor dari cuaca panas, supaya cat tidak gampang rusak/mengelupas
- melindungi motor dari hujan sehingga tidak basah
- melindungi besi motor agar tidak karatan.

BAHAN : PARASIT WATERPROOF
- Kuat, tidak gampang sobek
- Anti hujan
- Tahan panas, bisa untuk parkiran outdoor
- Tidak lengket kena knalpot / tidak merusak cat kendaraan
- Bahan beda jauhhh ama yg di Carr*four punya
- Ada belt di bawah, jadi cover ga bakal terbang kemana2
. Harga Rp. 90.000, Rp. 110.000, Rp. 130.000 HP: 0857 28 0000 74

5. DVD Mekkah 2020 Mendatang

Mekkah 2020 MendatangSaksikan Kedahsyatan Kota Mekkah Tahun 2020

Menara Abraj Al Bait adalah sebuah kompleks bangunan yang terletak di kota Mekkah.
Kompleks bangunan ini dirancang oleh para Arsitetek dari Dar Al Handasyah Architects dan pelaksanaan pembangunannya dilakukan oleh Saudi Bin ladin Group, dimulai pada tahun 2004.

Diperkirakan akan selesai pada tahun 2015 atau 2020 dan biaya pembangunannya diperkirakan berkisar 1,6 milyar dolar AS.
Jam Raksasa dan Gedung Tertinggi di Dunia…!
Mengguncang Dunia Barat…!
Mekkah hendak jadi pust Waktu Dunia Gantikan Greendwich…?
Seperti apa pelaksanaannya?

Saksikan!!!
Harga Rp. 45.000 Hubungi: Azmi Yudianto HP: 0857 28 0000 74

 

Rahasia 10 Hari Akhir Bulan Ramadhan

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

Islam - Ramadhan

Addthis

TENTANG SEPULUH HARI AKHIR DI BULAN RAMADHAN

Dalam Shahihain disebutkan, dari Aisyah radhiallahu 'anha, ia berkata :

"Bila masuk sepuluh (hari terakhir bulan Ramadhan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengencangkan kainnya menjauhkan diri dari menggauli istrinya), menghidupkan malamnya dan membangunkan Keluarganya . " Demikian menurut lafazh Al-Bukhari.

Adapun lafazh Muslim berbunyi :

"Menghidupkan malam(nya), membangunkan keluarganya, dan bersungguh-sungguh serta mengencangkan kainnya.

Dalam riwayat lain, Imam Muslim meriwayatkan dari Aisyah radhiallahu ‘anha :

"Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersungguh-sungguh dalam sepuluh (hari) akhir (bulan Ramadhan), hal yang tidak beliau lakukan pada bulan lainnya. "

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengkhususkan sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan dengan amalan-amalan yang tidak beliau lakukan pada bulan-bulan yang lain, di antaranya:

  • Menghidupkan malam: Ini mengandung kemungkinan bahwa beliau menghidupkan seluruh malamnya, dan kemungkinan pula beliau menghidupkan sebagian besar daripadanya. Dalam Shahih Muslim dari Aisyah radhiallahu 'anha, ia berkata:

"Aku tidak pernah mengetahui Rasulullah shallallahu alaihi wasallam shalat malam hingga pagi. "

Diriwayatkan dalam hadits marfu' dari Abu Ja'far Muhammad bin Ali :

"Barangsiapa mendapati Ramadhan dalam keadaan sehat dan sebagai orang muslim, lalu puasa pada siang harinya dan melakukan shalat pada sebagian malamnya, juga menundukkan pandangannya, menjaga kemaluan, lisan dan tangannya, serta menjaga shalatnya secara berjamaah dan bersegera berangkat untuk shalat Jum'at; sungguh ia telah puasa sebulan (penuh), menerima pahala yang sempurna, mendapatkan Lailatul Qadar serta beruntung dengan hadiah dari Tuhan Yang Mahasuci dan Maha tinggi. " Abu Ja 'far berkata: Hadiah yang tidak serupa dengan hadiah-hadiah para penguasa. (HR. Ibnu Abid-Dunya).

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam membangunkan keluarganya untuk shalat pada malam-malam sepuluh hari terakhir, sedang pada malam-malam yang lain tidak.

Dalam hadits Abu Dzar radhiallahu 'anhu disebutkan:

"Bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasalam melakukan shalat bersama mereka (para sahabat) pada malam dua puluh tiga (23), dua puluh lima (25), dan dua puluh tujuh (27) dan disebutkan bahwasanya beliau mengajak (shalat) keluarga dan isteri-isterinya pada malam dua puluh tujuh (27) saja. "

Ini menunjukkan bahwa beliau sangat menekankan dalam membangunkan mereka pada malam-malam yang diharapkan turun Lailatul Qadar di dalamnya.

At-Thabarani meriwayatkan dari Ali radhiallahu 'anhu :

"Bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam membangunkan keluarganya pada sepuluh akhir dari bulan Ramadhan, dan setiap anak kecil maupun orang tua yang mampu melakukan shalat. "

Dan dalam hadits shahih diriwayatkan :

"Bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengetuk (pintu) Fathimah dan Ali radhiallahu 'anhuma pada suatu malam seraya berkata:

Tidakkah kalian bangun lalu mendirikan shalat ?" (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Beliau juga membangunkan Aisyah radhiallahu 'anha pada malam hari, bila telah selesai dari tahajudnya dan ingin melakukan (shalat) witir.

Dan diriwayatkan adanya targhib (dorongan) agar salah seorang suami-isteri membangunkan yang lain untuk melakukan shalat, serta memercikkan air di wajahnya bila tidak bangun). (Hadits riwayat Abu Daud dan lainnya, dengan sanad shahih.)

Dalam kitab Al-Muwaththa' disebutkan dengan sanad shahih, bahwasanya Umar radhiallahu 'anhu melakukan shalat malam seperti yang dikehendaki Allah, sehingga apabila sampai pada pertengahan malam, ia membangunkan keluarganya untuk shalat dan mengatakan kepada mereka: "Shalat! shalat!" Kemudian membaca ayat ini :

"Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. " (Thaha: 132).

Bahwasanya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mengencangkan kainnya. Maksudnya beliau menjauhkan diri dari menggauli isteri-isterinya. Diriwayatkan bahwasanya beliau tidak kembali ke tempat tidurnya sehingga bulan Ramadhan berlalu.

Dalam hadits Anas radhiallahu 'anhu disebutkan :

"Dan beliau melipat tempat tidurnya dan menjauhi isteri-isterinya (tidak menggauli mereka).

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam beri'tikaf pada malam sepuluh terakhir bulan Ramadhan. Orang yang beri'tikaf tidak diperkenankan mendekati (menggauli) isterinya berdasarkan dalil dari nash serta ijma'. Dan "mengencangkan kain" ditafsirkan dengan bersungguh-sungguh dalam beribadah.

  • Mengakhirkan berbuka hingga waktu sahur.

Diriwayatkan dari Aisyah dan Anas uadhiallahu 'anhuma, bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pada malam-malam sepuluh (akhir bulan Ramadhan) menjadikan makan malam (berbuka)nya pada waktu sahur.Dalam hadits marfu' dari Abu Sa'id radhiallahu 'anhu, ia berkata :

"Janganlah kalian menyambung (puasa). Jika salah seorang dari kamu ingin menyambung (puasanya) maka hendaknya ia menyambung hingga waktu sahur (saja). " Mereka bertanya: "Sesungguhnya engkau menyambungnya wahai Rasulullah ? "Beliau menjawab: "Sesungguhnya aku tidak seperti kalian. Sesungguhnya pada malam hari ada yang memberiku makan dan minum. "(HR. Al-Bukhari)

Ini menunjukkan apa yang dibukakan Allah atas beliau dalam puasanya dan kesendiriannya dengan Tuhannya, oleh sebab munajat dan dzikirnya yang lahir dari kelembutan dan kesucian beliau. Karena itulah sehingga hatinya dipenuhi Al-Ma'ariful Ilahiyah (pengetahuan tentang Tuhan) dan Al-Minnatur Rabbaniyah (anugerah dari Tuhan) sehingga mengenyangkannya dan tak lagi memerlukan makan dan minum.

  • Mandi antara Maghrib dan Isya'.

Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Aisyah radhiallahu 'anha :

"Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam jika bulan Ramadhan (seperti biasa) tidur dan bangun. Dan manakala memasuki sepuluh hari terakhir beliau mengencangkan kainnya dan menjauhkan diri dari (menggauli) isteri-isterinya, serta mandi antara Maghrib dan Isya."

Ibnu Jarir rahimahullah berkata, mereka menyukai mandi pada setiap malam dari malam-malam sepuluh hari terakhir. Di antara mereka ada yang mandi dan menggunakan wewangian pada malam-malam yang paling diharapkan turun Lailatul Qadar.

Karena itu, dianjurkan pada malam-malam yang diharapkan di dalamnya turun Lailatul Qadar untuk membersihkan diri, menggunakan wewangian dan berhias dengan mandi (sebelumnya), dan berpakaian bagus, seperti dianjurkannya hal tersebut pada waktu shalat Jum'at dan hari-hari raya.

Dan tidaklah sempurna berhias secara lahir tanpa dibarengi dengan berhias secara batin. Yakni dengan kembali (kepada Allah), taubat dan mensucikan diri dari dosa-dosa. Sungguh, berhias secara lahir sama sekali tidak berguna, jika ternyata batinnya rusak.

Allah tidak melihat kepada rupa dan tubuhmu, tetapi Dia melihat kepada hati dan amalmu. Karena itu, barangsiapa menghadap kepada Allah, hendaknya ia berhias secara lahiriah dengan pakaian, sedang batinnya dengan taqwa. Allah Ta'ala berfirman :

"Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian taqwa itulah yang paling baik. " (Al-A'raaf: 26).

  • I'tikaf. Dalam Shahihain disebutkan, dari Aisyah radhiallahu 'anha :

Bahwasanya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam senantiasa beri'tikaf pada sepuluh hari terakhir dari Ramadhan, sehingga Allah mewafatkan beliau. "

Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melakukan i'tikaf pada sepuluh hari terakhir yang di dalamnya dicari Lailatul Qadar untuk menghentikan berbagai kesibukannya, mengosongkan pikirannya dan untuk mengasingkan diri demi bermunajat kepada Tuhannya, berdzikir dan berdo'a kepada-Nya.

Adapun makna dan hakikat i'tikaf adalah:

Memutuskan hubungan dengan segenap makhluk untuk menyambung penghambaan kepada AI-Khaliq. Mengasingkan diri yang disyari'atkan kepada umat ini yaitu dengan i'tikaf di dalam masjid-masjid, khususnya pada bulan Ramadhan, dan lebih khusus lagi pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Sebagaimana yang telah dilakukan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam.

Orang yang beri'tikaf telah mengikat dirinya untuk taat kepada Allah, berdzikir dan berdo'a kepada-Nya, serta memutuskan dirinya dari segala hal yang menyibukkan diri dari pada-Nya. Ia beri'tikaf dengan hatinya kepada Tuhannya, dan dengan sesuatu yang mendekatkan dirinya kepada-Nya. Ia tidak memiliki keinginanlain kecuali Allah dan ridha-Nya. Sembga Alllah memberikan taufik dan inayah-Nya kepada kita.1.

______________________
1. kitab Larhaa'iful Ma'aarif, oleh Ibnu Rajab, hlm. 196-203)